1. Ayat‑Ayat tentang Lebah dan Posisinya
dari segi Aqidah
Seperti
diterangkan dalam tafsir Fi Zhilalil Qur
'an, ayat surat an‑Nahl diturunkan di Mekah yaitu ayat yang membahas
masalah aqidah dan topik-topik besamya berhubungan dengan masalah keTuhanan,
wahyu dan kebangkitan. Topik topik ini ditampilkan dalam konteks ayat‑ayat al-kauniyyah (tentang alam) sehingga
memperjelas keagungan penciptaan, keagungan nikmat dan keagungan ilmu serta
pengamatan. Semua itu saling bertautan dalam keselarasan yang dapat diamati di
antara berbagai bentuk, sorotan, ungkapan ritme, kasus dan topik. Secara keseluruhan
ia memiliki ritme yang tenang dan irama yang biasa, tetapi penuh dengan nuansa.
la menghimpun seluruh alam ini: langit dan bumi, matahari dan bulan, siang dan
malam, gunung dan laut, perbukitan dan sungai, naungan dan keteduhan, tumbuh‑tumbuhan
dan buah‑buahan, hewan dan burung. la juga menghimpun antara dunia dan akhirat,
rahasia dan keghaiban. Semua itu adalah melatih otak, nurani dan diri manusia
serta mengetuk manusia pada semua tingkatan persepsi dan ilmunya dengan susunan
bahasa yang tenang dan halus di mana tidak terdapat suara berdengking, seperti
ditemukan pada surat al‑Anam dan ar‑Ra'd misalnya. Tetapi dengan ketenangannya
menyentuh semua segi batin dan fisik dalam wujud manusia. la menuju kepada otak
yang sadar seperti juga menuju kepada perasaan yang intuitif. Ia sesugguhnya
menggugah mata supaya melihat, telinga supaya mendengar, perasaan supaya
merasa, intuisi supaya tersentuh dan otak supaya mengamati. Seorang insan
berakal setelah itu tidak lagi memiliki sikap selain menyerahkan diri dan
beriman dengan penuh ketaatan.
Ayat‑ayat
surat an‑Nahl ini membicarakan rahasia fakta ilmiah yang tidak disingkapkan
kecuali pada masa‑masa terakhir ini saja. Di dalamnya mengandung bukti‑bukti
wahyu dari Allah tentang keistimewaan‑keistimewaan lebah bagi orang yang
memahaminya dan ilmuwan yang spesialis yang menghargainya sehingga ilmuwan
pendebat yang fanatik, apalagi yang bukan ilmuwan, tidak lagi mempunyai alasan
untuk mendebat. Secara umum ini saja sudah cukup karena ia memantulkan segi
keajaiban ilmiah Al‑Qur'an dalam topik ini (yaitu topik "Lebah serta
tabiat dan tingkah lakunya”).
2. Dunia Lebah
Betul
penyebutan lebah dalam sejumlah ayat Al‑Qur'an dengan sebutan teliti yang
merinci tentang tabiat tingkah laku dan produksinya, kemudian penamaan sebuah
surat dengan nama an‑Nahl (lebah) tidak hanya menunjukkan penghormatan terhadap
lebah sekedar sebuah isyarat dan bukti kemukjizatan belaka. Hal itu karena
beberapa pertimbangan. Pertama,
keterdahuluan Al-Qur'an dalam menyebutkan beberapa rincian tentang dunia lebah
dan tempat tinggalnya, sekalipun diketahui pada masa wahyu diturunkan, namun ia
tidak dipahami dengan pemahaman mendalam seperti yang dilakukan oleh manusia
kontemporer hari ini. Kedua, dunia
lebah itu luas yang penuh fakta ilmiah yang tabiat aslinya tidak mungkin
disingkapkan sepanjang waktu dan ia mampu sepanjang fase sejarah sebagai bahan
untuk meyakinkan kebenaran agama ini dan inilah segi lain keajaiban ilmiah Al‑Qur'an
dalam bidang dunia lebah.
Betul
dunia lebah itu luas dan besar. Dari segi kegiatan lebah maka semua individu
lebah mengetahui benar kewajibannya dan melaksanakannya dengan cara terpadu
yang sangat baik bersama individu‑individu lain dalam kelompok. Alat‑alat
pengaturan dan pengontrolan itu tertanam dalam fitrah yang diciptakan oleh
Allah Subhanahu wa Ta'ala pada diri lebah. Setiap individu bekerja untuk
kelompok karena itu masyarakat lebah ini kelihatan seperti sebuah sosok tubuh
bahkan sebuah umat atau bangsa.
"Tidak ada yang melata di bumi atau pun yang
terbang dengan kedua sayapnya, kecuali ia adalah umat (bangsa) seperti kamu....”(QS
6:38).
Maha
suci Allah, Maha Pencipta berfirman pula:
"Maha suci Tuhan kami yang memberikan karunia
kepada segala sesuatu yang diciptakan‑Nya, kemudian menunjukinya."
(QS 20:50).
Ayat‑ayat
khusus tentang lebah tidak lain dari satu rentetan bukti keajaiban ilmiah yang
dimulai dengan firman‑Nya:
"Tuhanmu mewahyukan kepada lebah ...” (QS
16:68)...................................................................................................................................................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar