Jumat, 01 Maret 2013

keajaiban lebah bag.7


Pekerjaan Tutup Sarang

Jenis tutup sarang yang tidak kokoh terbuat dari bahan‑bahan yang diambil dari saluran gerbang masuk. Sedangkan bagian yang tidak kokoh pada jenis tutup campuran dibuat bahan‑bahan yang sama yang menjadi komposisi sel, seperti pada lebah Osmia parvols. Ia membuat onggokan‑onggokan antara sel-sel dan partikel‑partikel sumsum betis yang juga digunakan untuk pembuatan sarang.
Sementara bagian yang tidak kokoh berisikan partikel‑partikel sumsum kaki, butir‑butir pasir dan lain‑lain. Bagian dari tutup sarang tetap tidak kokoh, sekalipun tidak terdapat onggokan di depan setiap sel, seperti pada lebah Anthidium. Komposisi‑komposisinya diambilkan dari luar sarang. Begitu juga halnya dengan dinding sel. Bila sel‑sel sarang dibangun dari bahan‑bahan yang masuk padanya peralatan lebah dan mengeluarkannya, maka bagian yang kokoh atau tutup yang kokoh dibangun dari bahan yang sama. Sebaliknya juga betul, bila sarang dibuat dari bahan‑bahan yang tidak termasuk peralatan lebah, tutupnya juga demikian. Sedangkan selain itu, adalah akibat dari menetapnya parasit-parasit atau benda‑benda asing di luar sarang, seperti pada Megachile. Sesungguhnya terdapat partikel‑partikel dari kerang atau. dari pasir, yang barangkali besar atau kecil tersusun dalam satu baris atau. lebih, diletakkan antara sel‑sel yang tersusun rapi. Pada Anthidium, ia ditutup melalui lilin hijau. Sementara itu pada lebah Megachile cefebre, maka partikel‑partikel sarang yang kokoh berhubungan antara satu dengan yang lain melalui perekat hijau, sedangkan sel‑sel itu sendiri terbuat dari tanah berperekat yang diaduk dengan air ludah lebah.
Pada beberapa keadaan, bagian akhir sel kadang‑kadang berubah menjadi tutup dan pada ruangan sel yang diubah kadang‑kadang ditempatkan benih pembuah. Tutup sarang kadang‑kadang terdapat di dalam, khususnya pada permulaan gerbang masuk seperti pada Osmia rufa. Pada keadaan yang lain, barangkali tutup diletakkan sedikit jauh ke dalam dari pintu gerbang. Dengan demikian, ia melingkari ujung pintu masuk. Jarang sekali ada tutup luar yang sempurna yang serasi di atas setiap sarang dari luar, seperti pada Chalicodoma micraria.
Pembagian Jenis‑jenis Sarang
Supaya dapat menjaga diri, lebah membangun berbagai sarang. Supaya dapat mengetahui dengan baik jenis‑jenisnya, Anda harus mempelajarinya dari berbagai segi serta membandingkan berbagai bentuknya antara yang satu dengan yang lain. Sebagian besar pengkajian ini telah disebutkan dalam halaman‑halaman terdahulu. Hasilnya adalah pengenalan jenis‑jenis dan bentuk‑bentuk sarang seperti berikut:
1. Berkenaan dengan Individu penghuni Sarang:
a. Sarang Jantan
b. Sarang Betina
c. Sarang bersama Jantan dan Betina
d. Sarang yang menggabungkan antara ketiga jenis di atas
2. Berkenaan dengan jumlah Sel:
a. Sel Tunggal
b. Multi Sel
3. Berkenaan dengan hubungan antar berbagai Sel:
a. Sarang dengan sel‑sel terpisah
b. Sarang dengan sel‑sel berhubungan
4. Berkenaan dengan cara Membangun:
a. Sarang Vertikal
b. Sarang Horisontal
5. Berkenaan dengan jumlah sarang yang termasuk komposisi sarang tunggal yang dibangun oleh seekor serangga tunggal:
a. Sarang Sederhana
b. Sarang Berlapis
6. Berkenaan denganjumlah serangga yang membangun sarang:
a. Sarang Menyendiri
b. Sarang mengelompok atau tersusun
7. Berkenaan dengan kemiripan antara Sarang‑sarang:
a. Sarang dengan bentuk tersendiri
b. Sarang dengan bentuk mirip
Lebah Madu
Sebelum manusia memanfaatkan lebah, lebah madu membuat sarangnya di celah‑celah yang ada antara batu‑batuan dan pohon‑pohon yang berlubang. Ini diterangkan oleh gambar yang menceritakan tentang batu‑batuan yang mempunyai celah sebagai tempat tinggal lebah di salah satu dataran tinggi di sebelah timur Spanyol pada masa batu pertengahan Hal itu lebih kurang 700 tahun sebelum masehi. Lebah sering sekali membuat sarang‑sarang lilinnya di tempat terbuka, dengan mengambil tempat‑tempat yang mudah untuk menjaganya dari faktor‑faktor alam. Di sini ia beranak pinak dan mengumpulkan madu. Sel‑selnya terbuat dari bahan‑bahan sederhana yang dapat dijangkau dan sesuai dengan keahlian‑keahlian lokal berbagai masyarakat Lebah. Ini menunjukkan bahwa sel‑sel lebah tidak mempunyai satu asal-usul.
Di hutan‑hutan besar di Eropa pada masa lalu, sel kuno merupakan kayu-kayu berongga yang berjatuhan yang dihuni oleh lebah madu liar Kebanyakan petunjuk yang dikenal tentang Lebah madu pada zaman kuno adalah lebah mesir lebih kurang 3.400 sampai 600 tahun sebelum masehi. Hal‑hal yang ditemukan tentang Lebah Mesir Kuno mempunyai urgensi penting karena kelangkaannya dan karena ia adalah peninggalan sejarah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar