Pekerjaan
Tutup Sarang
Jenis tutup sarang yang tidak kokoh terbuat dari bahan‑bahan
yang diambil dari saluran gerbang masuk. Sedangkan bagian yang tidak kokoh pada
jenis tutup campuran dibuat bahan‑bahan yang sama yang menjadi komposisi sel,
seperti pada lebah Osmia parvols. Ia
membuat onggokan‑onggokan antara sel-sel dan partikel‑partikel sumsum betis
yang juga digunakan untuk pembuatan sarang.
Sementara bagian yang tidak kokoh berisikan partikel‑partikel
sumsum kaki, butir‑butir pasir dan lain‑lain. Bagian dari tutup sarang tetap
tidak kokoh, sekalipun tidak terdapat onggokan di depan setiap sel, seperti
pada lebah Anthidium. Komposisi‑komposisinya
diambilkan dari luar sarang. Begitu juga halnya dengan dinding sel. Bila sel‑sel
sarang dibangun dari bahan‑bahan yang masuk padanya peralatan lebah dan
mengeluarkannya, maka bagian yang kokoh atau tutup yang kokoh dibangun dari
bahan yang sama. Sebaliknya juga betul, bila sarang dibuat dari bahan‑bahan
yang tidak termasuk peralatan lebah, tutupnya juga demikian. Sedangkan selain
itu, adalah akibat dari menetapnya parasit-parasit atau benda‑benda asing di
luar sarang, seperti pada Megachile.
Sesungguhnya terdapat partikel‑partikel dari kerang atau. dari pasir, yang
barangkali besar atau kecil tersusun dalam satu baris atau. lebih, diletakkan
antara sel‑sel yang tersusun rapi. Pada Anthidium,
ia ditutup melalui lilin hijau. Sementara itu pada lebah Megachile cefebre, maka partikel‑partikel sarang yang kokoh
berhubungan antara satu dengan yang lain melalui perekat hijau, sedangkan sel‑sel
itu sendiri terbuat dari tanah berperekat yang diaduk dengan air ludah lebah.
Pada beberapa keadaan, bagian akhir sel kadang‑kadang berubah
menjadi tutup dan pada ruangan sel yang diubah kadang‑kadang ditempatkan benih
pembuah. Tutup sarang kadang‑kadang terdapat di dalam, khususnya pada permulaan
gerbang masuk seperti pada Osmia rufa.
Pada keadaan yang lain, barangkali tutup diletakkan sedikit jauh ke dalam dari
pintu gerbang. Dengan demikian, ia melingkari ujung pintu masuk. Jarang sekali
ada tutup luar yang sempurna yang serasi di atas setiap sarang dari luar,
seperti pada Chalicodoma micraria.
Pembagian
Jenis‑jenis Sarang
Supaya dapat menjaga diri, lebah membangun berbagai sarang.
Supaya dapat mengetahui dengan baik jenis‑jenisnya, Anda harus mempelajarinya
dari berbagai segi serta membandingkan berbagai bentuknya antara yang satu dengan
yang lain. Sebagian besar pengkajian ini telah disebutkan dalam halaman‑halaman
terdahulu. Hasilnya adalah pengenalan jenis‑jenis dan bentuk‑bentuk sarang
seperti berikut:
1. Berkenaan dengan Individu penghuni Sarang:
a. Sarang Jantan
b. Sarang Betina
c. Sarang bersama Jantan dan Betina
d. Sarang yang menggabungkan antara ketiga jenis di atas
2. Berkenaan dengan jumlah Sel:
a. Sel Tunggal
b. Multi Sel
3. Berkenaan dengan hubungan antar berbagai Sel:
a. Sarang dengan sel‑sel terpisah
b. Sarang dengan sel‑sel berhubungan
4. Berkenaan dengan cara Membangun:
a. Sarang Vertikal
b. Sarang Horisontal
5. Berkenaan dengan jumlah
sarang yang termasuk komposisi sarang tunggal yang dibangun oleh seekor
serangga tunggal:
a. Sarang Sederhana
b. Sarang Berlapis
6. Berkenaan denganjumlah serangga yang membangun sarang:
a. Sarang Menyendiri
b. Sarang mengelompok atau tersusun
7. Berkenaan dengan kemiripan antara Sarang‑sarang:
a. Sarang dengan bentuk tersendiri
b. Sarang dengan bentuk mirip
Lebah Madu
Sebelum manusia memanfaatkan lebah, lebah madu membuat
sarangnya di celah‑celah yang ada antara batu‑batuan dan pohon‑pohon yang
berlubang. Ini diterangkan oleh gambar yang menceritakan tentang batu‑batuan
yang mempunyai celah sebagai tempat tinggal lebah di salah satu dataran tinggi
di sebelah timur Spanyol pada masa batu pertengahan Hal itu lebih kurang 700
tahun sebelum masehi. Lebah sering sekali membuat sarang‑sarang lilinnya di
tempat terbuka, dengan mengambil tempat‑tempat yang mudah untuk menjaganya dari
faktor‑faktor alam. Di sini ia beranak pinak dan mengumpulkan madu. Sel‑selnya
terbuat dari bahan‑bahan sederhana yang dapat dijangkau dan sesuai dengan
keahlian‑keahlian lokal berbagai masyarakat Lebah. Ini menunjukkan bahwa sel‑sel
lebah tidak mempunyai satu asal-usul.
Di hutan‑hutan besar di Eropa pada masa lalu, sel kuno
merupakan kayu-kayu berongga yang berjatuhan yang dihuni oleh lebah madu liar
Kebanyakan petunjuk yang dikenal tentang Lebah madu pada zaman kuno adalah
lebah mesir lebih kurang 3.400 sampai 600 tahun sebelum masehi. Hal‑hal yang
ditemukan tentang Lebah Mesir Kuno mempunyai urgensi penting karena
kelangkaannya dan karena ia adalah peninggalan sejarah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar