Jumat, 01 Maret 2013

keajaiban lebah bag,5


a. Cara Menempatkan Hasil Galian
Dalam mengeluarkan hasil galian, maka ia turun satu‑satu bila tempat penggalian itu miring. Bila tempat itu datar maka kelebihan‑kelebihan galian akan berbentuk onggokan yang berbeda bentuknya sesuai dengan perbedaan jenis.
Bentuk onggokan akan berhenti di tempat bukaan sarang (terowongan) yang barangkali di pusat onggokan atau jauh dari pusat dan kadang‑kadang juga di luar onggokan. Dengan demikian onggokan‑onggokan ini dapat dibedakan dengan bukaan utama atau kejauhan dari onggokan. Bentuk onggokan setelah itu dibedakan arah terowongan masuk yang kadang‑kadang vertikal atau dengan sedikit kemiringan atau banyak kemiringannya. Karena itu, sisi onggokan itu tidak sama seperti pada lebah Dasypoda plunipes atau sama satu sisi seperti pada lebah Teralonia mulvae atau sama dua sisinya seperti pada lebah Colletes cunicularius.

b. Lubang Masuk
Onggokan dapat dibedakan kepada onggokan tertutup, terbuka atau setengah terbuka. Pada onggokan tertutup maka lubang masuk selalu tertutup atau ditutupi oleh lebah dengan sengaja secara teratur. Keadaan pintu masuk dapat juga diamati untuk mengetahui apakah lebah sedang berada dalam sarangnya atau di luar sarang seperti pada lebah Andrena ovina. Ada jenis‑jenis sarang di mana pintu‑pintu terbuka terus selama sarang itu berfungsi dan ramai. Sarang jenis ini mempunyai onggokan‑onggokan terbuka seperti pada lebah Colletes cunicularius. Di samping kebanyakan onggokan itu tidaklah merupakan bangunan yang kuat, namun ini tidak berlaku atas batas pintu masuk. Bagian‑bagian tanah pada batas pintu ini biasanya dipadatkan dengan kuat dan dilicinkan pada bagian dalam terowongan sehingga mirip seperti pipa yang disembunyikan sama sekali dari onggokan dan terowongan itu tidak akan kelihatan kecuali bila kita membuang tanah dengan hati‑hati seperti pada lebah Andrena ovina.
Pada beberapa keadaan, tanah hasil galian terowongan atau bagian‑bagian lainnya digunakan untuk membangun sarana‑sarana khusus seperti saluran masuk dan jalan melingkar menuju sarang. Saluran masuk tidak lain adalah perpanjangan langsung dari terowongan yang ada di luar tanah dan berhubungan dengan tanah pada bagian fondasinya. Sedangkan sisi yang lain adalah lubang udara. Pada beberapa keadaan, fondasi tertumpu pada landasan khusus,seperti pada lebah Antophora parictina.
c. Pipa‑pipa Masuk
Pipa ini dibuat kadang horizontal atau vertikal atau miring sekalipun biasanya ia berbentuk vertikal dan biasanya atap bagian luar dari pipa itu kasar dan bagian dalamnya halus.
d. Terowongan‑terowongan Masuk
Di antaranya kita melihat bahwa ketika jenis‑jenis lebah membuat terowongannya, maka setiap jenis mengarah kepada pembuatan sarang dengan cara khusus yang berbeda dari cara jenis‑jenis lain.
e. Terowongan‑terowongan Bawah Tanah
Mengenai terowongan‑terowongan bawah tanah dari jenis‑jenis lebah penyendiri maka ia biasanya merupakan terowongan‑terowongan berbentuk bundar yang sekilas pandang kelihatan mempunyai struktur sederhana, tetapi bila kita teliti dalam memandangnya, kita akan menemukan bahwa terdapat perubahan‑perubahan pada arah terowongan dan kadang‑kadang pada bentuk dinding yang menunjukkan bahwa terowongan itu pada banyak keadaan terdiri dari berbagai bagian yang digunakan untuk tujuan-tujuan khusus sehingga dalam kenyataannya terowongan itu seperti satu deret struktur yang berurutan. Bagaimanapun dapat dibedakan dua bagian tertentu dalam terowongan yang menuju ke kamar‑kamar atau setidak‑tidaknya yang menuju ke kamar pertama. Bagian pertama adalah terowongan utama dibuat di atas satu sudut yang ada di permukaan dan berdasarkan ini maka di tanah yang datar ia berbentuk vertikal. Tetapi bila permukaan itu miring, maka ia miring dalam tingkatan yang berbeda sehingga ia kadang‑kadang berbentuk horisontal.
Fungsi terowongan utama adalah untuk membelah bidang di mana sarang dibuat dan menjauhkan kamar-kamar dari bahaya-bahaya musuh serta memungkinkan jamur (anak lebah) untuk tumbuh dalam kondisi panas, kelembaban dan lain‑lain yang paling cocok. Kedalaman terowongan utama sangat berbeda, bahkan dalam satu jenis, kedalamannya berbeda antara beberapa cm pada keadaan lebah Andrena bicolor. Pada keadaan lebah Augochlora humeralis ditemukan bahwa terowongan itu sampai pada kedalaman 4‑5 kaki, bahkan pada beberapa keadaan ia membelah tingkat air bumi juga ditemukan bahwa satu jenis lebah barangkah menggali terowongannya di tanah yang berderai dengan kedalaman dua kali terowongan yang digali di tanah keras. Pada lebah Collects cunicalarius, misalnya panjang terowongan pada tanah yang keras mencapai 12 cm saja, tetapi mencapai 28 cm pada tanah pasir yang berderai.
Pembagian Kamar Utama

Bagian Pertama
Bagian pertama membentuk saluran masuk, kemudian bagian tempat tinggal. Saluran masuk dimulai dari pmtu terowongan dan biasanya terus sampai ke bagian paling bawah dan bila pada level‑level vertikal ia kadang‑kadang sampai ke bagian paling atas.
Pada beberapa jenis seperti pada lebah Teralonig malvee maka ia membuat sudut yang jelas bersama bagian berikutnyaya dari terowongan itu. Kegunaan lekukan pada terowongan utama adalah mencegah bertumpuknya tanah dan bahan‑bahan yang tidak diinginkan di rongga terowongan
Bagian Kedua
Bagian kedua membentuk saluran sampingan. Bagian ini biasanya dimulai dari sisi bawah saluran tempat tinggal. Tampaknya ia tidak mempunyai hubungan dengan garis tengah terowongan dan bentuk bidang tempat ia dibuat, tetapi tergantung pada dasamya kepada ukuran lebah dan jenis sarang. Kadang‑kadang terowongan‑terowongan yang dibuat di pasar tumbuh‑tumbuhan sempit sekali sehingga lebah tidak dapat mengubah arah di dalam sarang dan terpaksa mundur dengan punggungnya menuju ke luar sarang supaya dapat keluar. Biasanya terowongan‑terowongan sempit yang dibangun di pasar tumbuh‑tumbuhan ini merupakan saluran satu‑satunya yang menghubungkan kepada semua kamar.
f . Sel‑sel dan Cara Pembuatannya
Pada berbagai jenis lebah, baik lebah penyendiri, lebah bermasyarakat atau lebah kekanak‑kanakan, setiap anak lebah memerlukan kamar terpisah untuk dapat besar. Berdasarkan ini, kamar adalah bagian yang paling penting dari sarang dan dalam kenyataannya adalah bagian satu‑satumya yang diperlukan dalam sarang.
Sistem Penempatan Sel‑sel dalam Sarang

Terdapat perbedaan sistem dalam menempatkan sel‑sel pada sarang. Pada lebah kayu besar xylocopa misalnya ia menempatkan sel‑selnya secara berdampingan dan berhimpitan dalam sebuah urutan teratur. Lebah mulai keluar dari sel pertama, kemudian sel kedua dan seterusnya. Pada lebah Andrenida, ia membangun sel‑selnya secara terpisah di akhir terowongan‑terowongan yang terpecah dari terowongan utama. Sedangkan lebah anthrophorines membangun sel‑selnya di ruang‑ruang dan lubang‑lubang.
Pada kebanyakan jenis lebah penyendiri kecuali megachilidae, sel‑sel diselimuti dengan tutup tipis dari bahan sejenis lilin atau varnish yang anti air. Bahan ini berasal dari air ludah pada lebah Andrenida halictids dan bahan berasal dari dalam perut pada beberapa jenis anthrophorines. Sel‑sel khusus pada megachilidae bekerja dari bahan‑bahan aneh yang bukan berasal dari dirinya. Kebanyakan keluarga ini menggunakan daun‑daun kayu atau potongan daun atau menggunakan serpihan atau serabut bunga. Sebagiannya menggunakan tanah. Pada serangga trachusa, ia menggunakan daun‑daun yang direkat dengan lilin atau damar.
Lebah Neteranthidium menggunakan pasir yang diaduk menjadi menyatu dengan damar dan serangga serapista menggunakan jerami atau batang tumbuh-tumbuhan pada lubang‑lubang dalam tanah. Pada lebah osmia, sebagiannya menggunakan tanah liat dan sebagian yang lain menggunakan bahan‑bahan dari daun kayu yang ditempelkan dan bagian yang lain lagi menggunakan kedua-duanya.
Pada lebah pembangun sarangnya terdiri dari beberapa kamar yang disusun berdampingan. Kamar pada dasamya terdiri dari tempat tertutup terkendali yang dilengkapi dengan semua kebutuhan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak lebah. Tugas pertama dan utamanya adalah pemisahan individu-individu antara satu dengan yang lain pada saat pertumbuhan serta menjaganya dari pengaruh luar yang merusak. Terdapat kamar-kamar untuk jantan dan kamar‑kamar untuk pembantu dan betina. Kamar dinamakan sesuai dengan isinya. Kadang‑kadang terdapat beberapa kamar yang tidak dihuni oleh anak lebah, tetapi digunakan untuk fungsi‑fungsi lain yang sekunder yang berhubungan secara tidak langsung dengan anak lebah. Kamar-kamar ini kadang‑kadang berguna untuk memelihara anak lebah dari parasit-parasit seperti pada lebah Osmia emargenata atau digunakan sebagai gudang untuk kelebihan makanan seperti pada lebah bermasyarakat atau membantu lebah yang baru keluar dari fase makan dalam meninggalkan sarang seperti pada lebah kayu Ceratina callosa. Berdasarkan ini maka kamar‑kamar yang tidak ditunggui ini dapat dibagi kepada kamar‑kamar untuk penjagaan, pergudangan, dan untuk membantu keluar.
Bahan Bangunan Sel
Terdapat perbedaan besar di antara. berbagai jenis lebah dalam menggunakan bahan‑bahan untuk membangun kamar‑kamar. Faktor pertama dalam perbedaan ini adalah tempat dari mana bahan ini dibawa oleh lebah. Apakah ia membawanya dari dalam sarang atau dari dekat sarang atau jauh dari sarang. Bertolak dari sini terdapat dua cara tertentu untuk membangun kamar‑kamar. Cara pertama dalam membangun kamar‑kamar adalah dari bahan‑bahan dalam sarang dan cara kedua dari luar bahan‑bahan sarang.
Tampaknya tidak terdapat banyak kondisi di mana bagian‑bagian kamar dibangun dari dalam sarang dan bagian‑bagian dari luar sarang kecuali bila itu dalam pembangunan berbagai kamar atau bagian sarang. Lebah trigona misalnya membangun kamar‑kamar tempat membesarkan anak‑anak dari bahan yang dibuat di dalam sarang yaitu lilin. Sedangkan kamar‑kamar yang lain yaitu tempat penyimpanan madu dibuat dari bahan‑bahan yang berasal dari kamar yang dibawa dari luar sarang.
Bagaimanapun terdapat bahan‑bahan yang digunakan untuk membasahi bahan‑bahan yang keras yang digunakan dalam pembangunan. Bahan‑bahan ini adalah air dan air ludah yang kadang‑kadang digunakan sebagai bahan pelekat. Pada bahan‑bahan bangunan yang digunakan dari dalam sarang biasanya bersumber dari dinding ruang sarang baik metalik (sumbemya tanah) atau tumbuhan atau diproduksi dari kelenjar‑kelenjar lebah itu sendiri.

Dalam beberapa keadaan kedua sumber itu sama‑sama digunakan untuk membangun kamar yang sama, tetapi bukan campuran dari kedua sumber, dimana terdapat dua lapisan, salah satunya domestik dan yang lain ekstemal.
Biasanya lapisan luar pada dasamya dibuat dari inti pembuat sarang atau sedikit dicampur dengan cairan‑cairan dari kelenjar‑kelenjar atau campuran air dengan air ludah sebagai bahan perekat. Sementara. itu lapisan dalam yang membentuk dinding dalam kamar sebenamya semua dibentuk dari cairan kelenjar‑kelenjar lebah. Dengan demikian kamar dari dalam selalu tampak licin. Bila kita analisis lapisan dalam dari kamar‑kamar ini secara. teliti kita akan menemukannya tersusun dari dua jenis:
Jenis Pertama. Seperti pada lebah tetralonia, halictus dan andrena berbentuk sutera yang dapat lebur dalam ether dan chloroform dan bersenyawa meningkatkan temperatur udara sedikit.
Jenis kedua. Bahan ini sangat berbeda. Tampaknya lebah menyemprotkan bahan lilin dan kelenjar‑kelenjar di perutnya. Sedangkan kamar‑kamar yang dibangun dari bahan‑bahan berasal dari luar, seperti pada lebah pembangun dan lebah menetap biasanya dari bahan‑bahan yang berasal dari metal, tumbuh-tumbuhan dan hewan.

(1).Dari sumber‑sumber metalk terdapat berbagai jenis lebah Osmia yang membangun kamar‑kamar dari tanah liat yang merekatnya dengan bahan perekat yang dibuat sendiri oleh lebah ini dari tanah kering dan air ludah. Pada keadaan yang lain ia menggunakan. bagian‑bagian terbesar bersama tanah liat seperti biji‑biji kecil kuartis.
(2).Dari sumber‑sumber nabati antara lain dari cairan‑cairan nabati alami seperti bahan‑bahan damar atau lilin atau berbagai jenis sari tumbuhan. Kadang‑kadang juga digunakan beberapa bagian tumbuh‑tumbuhan setelah mengaduknya dan contoh paling jelas untuk itu adalah adonan hijau yang digunakan untuk membuat dinding sarang lebah yang terdiri dari potongan‑potongan tanaman kecil hijau setelah melumatkan dan mengubahnya menjadi adonan.
Termasuk dalam hal ini keadaan potongan‑potongan daunan tumbuh‑tum­buhan berbentuk telur, bundar atau tidak teratur yang digunakan oleh ba­nyak jenis lebah megachile dan potongan‑potongan berbentuk pita yang digunakan oleh Lebah Trachusa corratule serta daun‑daun sempurna. Dari cabang‑cabang baru tumbuh‑tumbuhan yang digunakan oleh berbagai jenis lebah megachile. Di samping jaringan‑jaringan hijau yang sudah disebutkan juga terdapat bagian‑bagian hijau nabati lainnya yang kadang‑kadang di­gunakan untuk membangun sarang misalnya beberapa jenis lebah anthi­dium yang menggunakan sampah‑sampah daun beberapa. tanaman yang masih hidup atau telah mati atau kering yang diangkutnya. Juga terdapat beberapa jenis lebah osmia dan megachile yang menggunakan bagian‑bagian rontokan bunga‑bunga berwama. kuning, merah dan putih. Juga terdapat bukti‑bukti yang menunjukkan bahwa pada beberapa keadaan lebah me­ngumpulkan dan menggunakan buangan‑buangan keluarga yang disusun. Juga disaksikan keadaan‑keadaan di mana digunakan bunga sari sebagai penutup bagian dalam kamar‑kamar.
(3) Dalam hal sumber‑sumber hewani tampaknya jarang sekali yang dibawa oleh lebah dari sarang sewaktu proses pembangunan kamar‑kamar namun terdapat keadaan‑keadaan di mana lebah menggunakan bahan‑bahan seperti berikut:
  1. Cairan‑cairan yang berasal dari binatang (kotoran temak) seperti sapi dan onta, seperti pada lebah osmia tricornis, hewan ternak seperti kambing, kelinci dan barangkali juga serigala.
  2. Kepala lebah, seperti pada lebah anthidium
  3. Kulit kerang kecil seperti pada lebah Osmia caecmentsoria
Dapat juga ditambahkan di sini bahwa beberapa lalat jenis Agenia meng­gunakan jaringan lebah‑lebah sebagai bahan membangun kamar‑kamamya.
Ketiga sumber di atas digunakan oleh lebah, baik lebah penyendiri atau lebah bermasyarakat. Berikut ini adalah beberapa contoh tentang itu:
  1. a.Kamar‑kamar yang dibangun oleh salah satu jenis megaebik yang membentuk lapisan luar dari dinding kamar terbuat dari bahan yang berasal dari metal dan lapisan dalam terbuat dari bahan‑bahan damar (yaitu mempunyai sumber nabati)
  2. Kamar yang dibangun oleh satu jenis lebah trachuse dinding luar terbuat dari potongan‑potongan pita dari daun kayu dan bagian dalam juga dari bahan‑bahan yang berasal dari damar. .
  3. Kamar satu‑satunya yang terkenal pada serangga Osmia oninides ferton, lapisan luar dibuat dari potongan rontokan sejumlah tumbuhan. Warnanya kuning pada bagian luar dan merah ketika kita telah mendekati bagian dalam. Kamar itu dilicinkan dari dalam dengan lantai metalik.
  4. Kamar‑kamar beberapa jenis anthidium terbuat dari bahan‑bahan dammar yang diisi dengan butiran‑butiran kecil tanah dan kepala lebah yang telah kering.
 .................................................................................................................................................................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar