a. Cara
Menempatkan Hasil Galian
Dalam mengeluarkan hasil galian, maka ia turun satu‑satu bila
tempat penggalian itu miring. Bila tempat itu datar maka kelebihan‑kelebihan
galian akan berbentuk onggokan yang berbeda bentuknya sesuai dengan perbedaan
jenis.
Bentuk onggokan akan berhenti di tempat bukaan sarang
(terowongan) yang barangkali di pusat onggokan atau jauh dari pusat dan kadang‑kadang
juga di luar onggokan. Dengan demikian onggokan‑onggokan ini dapat dibedakan
dengan bukaan utama atau kejauhan dari onggokan. Bentuk onggokan setelah itu
dibedakan arah terowongan masuk yang kadang‑kadang vertikal atau dengan sedikit
kemiringan atau banyak kemiringannya. Karena itu, sisi onggokan itu tidak sama
seperti pada lebah Dasypoda plunipes
atau sama satu sisi seperti pada lebah Teralonia
mulvae atau sama dua sisinya seperti pada lebah Colletes cunicularius.
b.
Lubang Masuk
Onggokan dapat dibedakan kepada onggokan tertutup, terbuka
atau setengah terbuka. Pada onggokan tertutup maka lubang masuk selalu tertutup
atau ditutupi oleh lebah dengan sengaja secara teratur. Keadaan pintu masuk
dapat juga diamati untuk mengetahui apakah lebah sedang berada dalam sarangnya
atau di luar sarang seperti pada lebah Andrena
ovina. Ada jenis‑jenis sarang di mana pintu‑pintu terbuka terus selama
sarang itu berfungsi dan ramai. Sarang jenis ini mempunyai onggokan‑onggokan
terbuka seperti pada lebah Colletes
cunicularius. Di samping kebanyakan onggokan itu tidaklah merupakan
bangunan yang kuat, namun ini tidak berlaku atas batas pintu masuk. Bagian‑bagian
tanah pada batas pintu ini biasanya dipadatkan dengan kuat dan dilicinkan pada
bagian dalam terowongan sehingga mirip seperti pipa yang disembunyikan sama sekali
dari onggokan dan terowongan itu tidak akan kelihatan kecuali bila kita
membuang tanah dengan hati‑hati seperti pada lebah Andrena ovina.
Pada beberapa keadaan, tanah hasil galian terowongan atau
bagian‑bagian lainnya digunakan untuk membangun sarana‑sarana khusus seperti
saluran masuk dan jalan melingkar menuju sarang. Saluran masuk tidak lain
adalah perpanjangan langsung dari terowongan yang ada di luar tanah dan
berhubungan dengan tanah pada bagian fondasinya. Sedangkan sisi yang lain
adalah lubang udara. Pada beberapa keadaan, fondasi tertumpu pada landasan
khusus,seperti pada lebah Antophora
parictina.
c. Pipa‑pipa
Masuk
Pipa ini dibuat kadang horizontal atau vertikal atau miring
sekalipun biasanya ia berbentuk vertikal dan biasanya atap bagian luar dari
pipa itu kasar dan bagian dalamnya halus.
d.
Terowongan‑terowongan Masuk
Di antaranya kita melihat bahwa ketika jenis‑jenis lebah
membuat terowongannya, maka setiap jenis mengarah kepada pembuatan sarang
dengan cara khusus yang berbeda dari cara jenis‑jenis lain.
e.
Terowongan‑terowongan Bawah Tanah
Mengenai terowongan‑terowongan bawah tanah dari jenis‑jenis
lebah penyendiri maka ia biasanya merupakan terowongan‑terowongan berbentuk
bundar yang sekilas pandang kelihatan mempunyai struktur sederhana, tetapi bila
kita teliti dalam memandangnya, kita akan menemukan bahwa terdapat perubahan‑perubahan
pada arah terowongan dan kadang‑kadang pada bentuk dinding yang menunjukkan
bahwa terowongan itu pada banyak keadaan terdiri dari berbagai bagian yang digunakan
untuk tujuan-tujuan khusus sehingga dalam kenyataannya terowongan itu seperti
satu deret struktur yang berurutan. Bagaimanapun dapat dibedakan dua bagian
tertentu dalam terowongan yang menuju ke kamar‑kamar atau setidak‑tidaknya yang
menuju ke kamar pertama. Bagian pertama adalah terowongan utama dibuat di atas
satu sudut yang ada di permukaan dan berdasarkan ini maka di tanah yang datar
ia berbentuk vertikal. Tetapi bila permukaan itu miring, maka ia miring dalam
tingkatan yang berbeda sehingga ia kadang‑kadang berbentuk horisontal.
Fungsi terowongan utama adalah untuk membelah bidang di mana
sarang dibuat dan menjauhkan kamar-kamar dari bahaya-bahaya musuh serta
memungkinkan jamur (anak lebah) untuk tumbuh dalam kondisi panas, kelembaban
dan lain‑lain yang paling cocok. Kedalaman terowongan utama sangat berbeda,
bahkan dalam satu jenis, kedalamannya berbeda antara beberapa cm pada keadaan
lebah Andrena bicolor. Pada keadaan
lebah Augochlora humeralis ditemukan
bahwa terowongan itu sampai pada kedalaman 4‑5 kaki, bahkan pada beberapa
keadaan ia membelah tingkat air bumi juga ditemukan bahwa satu jenis lebah
barangkah menggali terowongannya di tanah yang berderai dengan kedalaman dua
kali terowongan yang digali di tanah keras. Pada lebah Collects cunicalarius, misalnya panjang terowongan pada tanah yang
keras mencapai 12 cm saja, tetapi mencapai 28 cm pada tanah pasir yang
berderai.
Pembagian
Kamar Utama
Bagian Pertama
Bagian pertama membentuk saluran masuk, kemudian bagian tempat
tinggal. Saluran masuk dimulai dari pmtu terowongan dan biasanya terus sampai
ke bagian paling bawah dan bila pada level‑level vertikal ia kadang‑kadang
sampai ke bagian paling atas.
Pada beberapa jenis seperti pada lebah Teralonig malvee maka ia membuat sudut yang jelas bersama bagian
berikutnyaya dari terowongan itu. Kegunaan lekukan pada terowongan utama adalah
mencegah bertumpuknya tanah dan bahan‑bahan yang tidak diinginkan di rongga
terowongan
Bagian
Kedua
Bagian kedua membentuk saluran sampingan. Bagian ini biasanya
dimulai dari sisi bawah saluran tempat tinggal. Tampaknya ia tidak mempunyai
hubungan dengan garis tengah terowongan dan bentuk bidang tempat ia dibuat,
tetapi tergantung pada dasamya kepada ukuran lebah dan jenis sarang. Kadang‑kadang
terowongan‑terowongan yang dibuat di pasar tumbuh‑tumbuhan sempit sekali
sehingga lebah tidak dapat mengubah arah di dalam sarang dan terpaksa mundur
dengan punggungnya menuju ke luar sarang supaya dapat keluar. Biasanya
terowongan‑terowongan sempit yang dibangun di pasar tumbuh‑tumbuhan ini
merupakan saluran satu‑satunya yang menghubungkan kepada semua kamar.
f . Sel‑sel
dan Cara Pembuatannya
Pada berbagai jenis lebah, baik lebah penyendiri, lebah
bermasyarakat atau lebah kekanak‑kanakan, setiap anak lebah memerlukan kamar
terpisah untuk dapat besar. Berdasarkan ini, kamar adalah bagian yang paling
penting dari sarang dan dalam kenyataannya adalah bagian satu‑satumya yang
diperlukan dalam sarang.
Sistem
Penempatan Sel‑sel dalam Sarang
Terdapat perbedaan sistem dalam menempatkan sel‑sel pada
sarang. Pada lebah kayu besar xylocopa
misalnya ia menempatkan sel‑selnya secara berdampingan dan berhimpitan dalam
sebuah urutan teratur. Lebah mulai keluar dari sel pertama, kemudian sel kedua
dan seterusnya. Pada lebah Andrenida,
ia membangun sel‑selnya secara terpisah di akhir terowongan‑terowongan yang
terpecah dari terowongan utama. Sedangkan lebah anthrophorines membangun sel‑selnya di ruang‑ruang dan lubang‑lubang.
Pada kebanyakan jenis lebah penyendiri kecuali megachilidae, sel‑sel diselimuti dengan
tutup tipis dari bahan sejenis lilin atau varnish
yang anti air. Bahan ini berasal dari air ludah pada lebah Andrenida halictids dan bahan berasal dari dalam perut pada
beberapa jenis anthrophorines. Sel‑sel
khusus pada megachilidae bekerja dari
bahan‑bahan aneh yang bukan berasal dari dirinya. Kebanyakan keluarga ini
menggunakan daun‑daun kayu atau potongan daun atau menggunakan serpihan atau
serabut bunga. Sebagiannya menggunakan tanah. Pada serangga trachusa, ia menggunakan daun‑daun yang
direkat dengan lilin atau damar.
Lebah Neteranthidium
menggunakan pasir yang diaduk menjadi menyatu dengan damar dan serangga
serapista menggunakan jerami atau batang tumbuh-tumbuhan pada lubang‑lubang
dalam tanah. Pada lebah osmia, sebagiannya menggunakan tanah liat dan sebagian
yang lain menggunakan bahan‑bahan dari daun kayu yang ditempelkan dan bagian
yang lain lagi menggunakan kedua-duanya.
Pada lebah pembangun sarangnya terdiri dari beberapa kamar
yang disusun berdampingan. Kamar pada dasamya terdiri dari tempat tertutup
terkendali yang dilengkapi dengan semua kebutuhan yang diperlukan untuk
pertumbuhan dan perkembangan anak lebah. Tugas pertama dan utamanya adalah
pemisahan individu-individu antara satu dengan yang lain pada saat pertumbuhan serta
menjaganya dari pengaruh luar yang merusak. Terdapat kamar-kamar untuk jantan
dan kamar‑kamar untuk pembantu dan betina. Kamar dinamakan sesuai dengan
isinya. Kadang‑kadang terdapat beberapa kamar yang tidak dihuni oleh anak
lebah, tetapi digunakan untuk fungsi‑fungsi lain yang sekunder yang berhubungan
secara tidak langsung dengan anak lebah. Kamar-kamar ini kadang‑kadang berguna
untuk memelihara anak lebah dari parasit-parasit seperti pada lebah Osmia emargenata atau digunakan sebagai
gudang untuk kelebihan makanan seperti pada lebah bermasyarakat atau membantu
lebah yang baru keluar dari fase makan dalam meninggalkan sarang seperti pada
lebah kayu Ceratina callosa.
Berdasarkan ini maka kamar‑kamar yang tidak ditunggui ini dapat dibagi kepada
kamar‑kamar untuk penjagaan, pergudangan, dan untuk membantu keluar.
Bahan
Bangunan Sel
Terdapat perbedaan besar di antara. berbagai jenis lebah dalam
menggunakan bahan‑bahan untuk membangun kamar‑kamar. Faktor pertama dalam
perbedaan ini adalah tempat dari mana bahan ini dibawa oleh lebah. Apakah ia
membawanya dari dalam sarang atau dari dekat sarang atau jauh dari sarang.
Bertolak dari sini terdapat dua cara tertentu untuk membangun kamar‑kamar. Cara
pertama dalam membangun kamar‑kamar adalah dari bahan‑bahan dalam sarang dan
cara kedua dari luar bahan‑bahan sarang.
Tampaknya tidak terdapat banyak kondisi di mana bagian‑bagian
kamar dibangun dari dalam sarang dan bagian‑bagian dari luar sarang kecuali
bila itu dalam pembangunan berbagai kamar atau bagian sarang. Lebah trigona misalnya membangun kamar‑kamar
tempat membesarkan anak‑anak dari bahan yang dibuat di dalam sarang yaitu
lilin. Sedangkan kamar‑kamar yang lain yaitu tempat penyimpanan madu dibuat
dari bahan‑bahan yang berasal dari kamar yang dibawa dari luar sarang.
Bagaimanapun terdapat bahan‑bahan yang digunakan untuk
membasahi bahan‑bahan yang keras yang digunakan dalam pembangunan. Bahan‑bahan
ini adalah air dan air ludah yang kadang‑kadang digunakan sebagai bahan
pelekat. Pada bahan‑bahan bangunan yang digunakan dari dalam sarang biasanya
bersumber dari dinding ruang sarang baik metalik (sumbemya tanah) atau tumbuhan
atau diproduksi dari kelenjar‑kelenjar lebah itu sendiri.
Dalam beberapa keadaan kedua sumber itu sama‑sama digunakan
untuk membangun kamar yang sama, tetapi bukan campuran dari kedua sumber,
dimana terdapat dua lapisan, salah satunya domestik dan yang lain ekstemal.
Biasanya lapisan luar pada dasamya dibuat dari inti pembuat
sarang atau sedikit dicampur dengan cairan‑cairan dari kelenjar‑kelenjar atau
campuran air dengan air ludah sebagai bahan perekat. Sementara. itu lapisan
dalam yang membentuk dinding dalam kamar sebenamya semua dibentuk dari cairan
kelenjar‑kelenjar lebah. Dengan demikian kamar dari dalam selalu tampak licin.
Bila kita analisis lapisan dalam dari kamar‑kamar ini secara. teliti kita akan
menemukannya tersusun dari dua jenis:
Jenis
Pertama. Seperti pada lebah tetralonia,
halictus dan andrena berbentuk sutera yang dapat lebur dalam ether dan
chloroform dan bersenyawa meningkatkan temperatur udara sedikit.
Jenis
kedua. Bahan ini sangat berbeda. Tampaknya lebah menyemprotkan
bahan lilin dan kelenjar‑kelenjar di perutnya. Sedangkan kamar‑kamar yang
dibangun dari bahan‑bahan berasal dari luar, seperti pada lebah pembangun dan
lebah menetap biasanya dari bahan‑bahan yang berasal dari metal,
tumbuh-tumbuhan dan hewan.
(1).Dari
sumber‑sumber metalk terdapat berbagai jenis lebah Osmia yang membangun kamar‑kamar dari tanah liat yang merekatnya
dengan bahan perekat yang dibuat sendiri oleh lebah ini dari tanah kering dan
air ludah. Pada keadaan yang lain ia menggunakan. bagian‑bagian terbesar
bersama tanah liat seperti biji‑biji kecil kuartis.
(2).Dari
sumber‑sumber nabati antara lain dari cairan‑cairan nabati alami seperti bahan‑bahan
damar atau lilin atau berbagai jenis sari tumbuhan. Kadang‑kadang juga
digunakan beberapa bagian tumbuh‑tumbuhan setelah mengaduknya dan contoh paling
jelas untuk itu adalah adonan hijau yang digunakan untuk membuat dinding sarang
lebah yang terdiri dari potongan‑potongan tanaman kecil hijau setelah
melumatkan dan mengubahnya menjadi adonan.
Termasuk
dalam hal ini keadaan potongan‑potongan daunan tumbuh‑tumbuhan berbentuk
telur, bundar atau tidak teratur yang digunakan oleh banyak jenis lebah megachile dan potongan‑potongan
berbentuk pita yang digunakan oleh Lebah Trachusa
corratule serta daun‑daun sempurna. Dari cabang‑cabang baru tumbuh‑tumbuhan
yang digunakan oleh berbagai jenis lebah megachile.
Di samping jaringan‑jaringan hijau yang sudah disebutkan juga terdapat bagian‑bagian
hijau nabati lainnya yang kadang‑kadang digunakan untuk membangun sarang
misalnya beberapa jenis lebah anthidium
yang menggunakan sampah‑sampah daun beberapa. tanaman yang masih hidup atau
telah mati atau kering yang diangkutnya. Juga terdapat beberapa jenis lebah osmia dan megachile yang menggunakan bagian‑bagian rontokan bunga‑bunga
berwama. kuning, merah dan putih. Juga terdapat bukti‑bukti yang menunjukkan
bahwa pada beberapa keadaan lebah mengumpulkan dan menggunakan buangan‑buangan
keluarga yang disusun. Juga disaksikan keadaan‑keadaan di mana digunakan bunga
sari sebagai penutup bagian dalam kamar‑kamar.
(3)
Dalam hal sumber‑sumber hewani tampaknya jarang sekali yang dibawa oleh lebah
dari sarang sewaktu proses pembangunan kamar‑kamar namun terdapat keadaan‑keadaan
di mana lebah menggunakan bahan‑bahan seperti berikut:
- Cairan‑cairan yang
berasal dari binatang (kotoran temak) seperti sapi dan onta, seperti pada
lebah osmia tricornis, hewan
ternak seperti kambing, kelinci dan barangkali juga serigala.
- Kepala lebah,
seperti pada lebah anthidium
- Kulit kerang kecil
seperti pada lebah Osmia
caecmentsoria
Dapat
juga ditambahkan di sini bahwa beberapa lalat jenis Agenia menggunakan jaringan lebah‑lebah sebagai bahan membangun
kamar‑kamamya.
Ketiga sumber di atas digunakan oleh lebah, baik lebah
penyendiri atau lebah bermasyarakat. Berikut ini adalah beberapa contoh tentang
itu:
- a.Kamar‑kamar yang
dibangun oleh salah satu jenis megaebik yang membentuk lapisan luar dari
dinding kamar terbuat dari bahan yang berasal dari metal dan lapisan dalam
terbuat dari bahan‑bahan damar (yaitu mempunyai sumber nabati)
- Kamar yang dibangun
oleh satu jenis lebah trachuse
dinding luar terbuat dari potongan‑potongan pita dari daun kayu dan bagian
dalam juga dari bahan‑bahan yang berasal dari damar. .
- Kamar satu‑satunya
yang terkenal pada serangga Osmia
oninides ferton, lapisan luar dibuat dari potongan rontokan sejumlah
tumbuhan. Warnanya kuning pada bagian luar dan merah ketika kita telah mendekati
bagian dalam. Kamar itu dilicinkan dari dalam dengan lantai metalik.
- Kamar‑kamar
beberapa jenis anthidium terbuat
dari bahan‑bahan dammar yang diisi dengan butiran‑butiran kecil tanah dan
kepala lebah yang telah kering.
.................................................................................................................................................................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar